Rekomendasi 5 Kedai Kopi Lokal di Jogja untuk Ngopi Santai Saat Liburan

Minggu, 04 Januari 2026 | 09:33:57 WIB
Rekomendasi 5 Kedai Kopi Lokal di Jogja untuk Ngopi Santai Saat Liburan

JAKARTA - Liburan ke Yogyakarta tidak selalu harus diisi dengan berpindah dari satu objek wisata ke objek lainnya. 

Di sela perjalanan, menikmati secangkir kopi di kedai lokal justru bisa menjadi cara terbaik untuk merasakan denyut kehidupan Jogja yang tenang dan bersahaja. Kota ini bukan hanya kaya budaya dan sejarah, tetapi juga memiliki ekosistem kopi lokal yang tumbuh kuat dengan ciri khasnya masing-masing.

Saat musim liburan, terutama akhir tahun, Jogja dipadati wisatawan dari berbagai daerah. Para pencinta kuliner pun memiliki banyak pilihan untuk mengeksplorasi rasa.

Salah satu yang paling diminati adalah kedai kopi lokal, yang menawarkan pengalaman ngopi santai dengan suasana sederhana namun hangat. Tidak sekadar minum kopi, pengunjung juga diajak menikmati cerita, proses, serta camilan khas yang menemani.

Berikut lima kedai kopi lokal di Jogja yang dikenal memiliki cita rasa kopi “nendang” sekaligus atmosfer nyaman, cocok untuk melengkapi momen liburan.

1. Kedai Kopi Menoreh Pak Rohmat

Berada di kawasan Madigondo, Kedai Kopi Menoreh Pak Rohmat menawarkan pengalaman ngopi yang sangat berbeda. Lokasinya berada di tengah hamparan sawah, menghadirkan suasana pedesaan yang asri dan menenangkan. Tempat ini menjadi favorit bagi mereka yang ingin sejenak menjauh dari hiruk pikuk kota.

Di kedai ini, pengunjung bisa menikmati kopi Robusta maupun Arabika yang diseduh menggunakan metode turkish brew. Teknik seduh tersebut menghasilkan rasa kopi yang lebih kuat dan pekat. Menariknya, biji kopi yang digunakan berasal dari kebun milik Pak Rohmat sendiri, sehingga kualitas dan karakter rasanya sangat terjaga.

Setiap pesanan kopi akan disertai dengan gelas kecil berisi gula aren padat, gula pasir, serta gula aren cair. Pengunjung bebas menambahkan pemanis sesuai selera. Selain kopi, tersedia camilan seperti kacang rebus, singkong rebus, tahu isi, hingga glebek, makanan khas Kulon Progo yang jarang ditemui di tempat lain.

2. Klinik Kopi

Klinik Kopi dikenal sebagai kedai kopi lokal dengan konsep slow bar yang unik. Di sini, pengunjung tidak hanya menikmati kopi, tetapi juga diajak berdialog langsung dengan barista sekaligus pemiliknya, Bung Pepeng. Interaksi ini menjadi daya tarik utama bagi pecinta kopi yang ingin memahami karakter kopi lebih dalam.

Pengunjung bebas memilih berbagai biji kopi Arabika dari seluruh Indonesia, mulai dari Takengon, Bajawa, Kintamani, Ciwidey, hingga Papua. Setelah dipilih, kopi akan diseduh langsung di depan pengunjung, menjadikan prosesnya transparan dan edukatif.

Klinik Kopi tidak menyediakan gula maupun susu. Konsep ini bertujuan agar pengunjung dapat merasakan rasa kopi yang lebih murni dan autentik. Tempat ini cocok bagi mereka yang ingin menikmati kopi tanpa distraksi rasa tambahan.

3. Blandongan Kopi Priboemi

Berdiri sejak tahun 2000, Blandongan Kopi Priboemi merupakan salah satu kedai kopi lokal yang cukup legendaris di Jogja. Kedai ini menawarkan kopi robusta hitam murni dengan rasa kuat. Bagi yang ingin rasa lebih ringan, kopi bisa dicampur dengan susu sesuai selera.

Tidak hanya kopi, Blandongan Kopi Priboemi juga menyediakan aneka jus dan wedangan khas Jogja. Sebagai teman ngopi, pengunjung bisa memesan camilan seperti mendoan, roti bakar, atau tahu krispi. Bahkan, tersedia pula makanan berat seperti mie instan dan nasi goreng.

Soal harga, kedai ini terkenal ramah di kantong. Menu dibanderol mulai dari Rp 10.000-an saja, menjadikannya pilihan favorit bagi mahasiswa dan wisatawan yang ingin ngopi santai tanpa khawatir biaya.

4. Kopi Klotok Menoreh

Bagi yang ingin ngopi sambil menikmati panorama alam, Kopi Klotok Menoreh bisa menjadi pilihan tepat. Kedai ini menawarkan pemandangan sawah hijau yang luas dengan suasana tenang khas pedesaan.

Pilihan menunya cukup beragam, mulai dari Kopi Klotok Menoreh Cakil, Gedang, hingga kopi klotok santan. Selain racikan tradisional, tersedia pula kopi dengan berbagai metode seduh. Jenis biji kopi yang digunakan antara lain Robusta Menoreh, Gayo Aceh, Mandailing, Toraja, hingga Aceh.

Bagi pengunjung yang tidak ingin kopi, tersedia minuman alternatif seperti teh poci, wedang jahe, jahe kunyit, dan lainnya. Camilan pendampingnya pun beragam, mulai dari roti bakar, roti kukus, pisang goreng, hingga tempe mendoan. Harga menu di sini dimulai dari Rp 11.000-an.

5. Kedai Kopi Pari

Terletak di kawasan Kulon Progo, Kedai Kopi Pari menawarkan pengalaman ngopi yang berbeda karena lokasinya dikelilingi pepohonan besar. Suasana sejuk dan teduh membuat pengunjung betah berlama-lama meski lokasinya cukup jauh dari pusat kota.

Ciri khas kedai ini adalah racikan kopi yang diseduh dengan tambahan arang. Pilihannya meliputi kopi luwak Menoreh dan kopi Menoreh Jatimulyo. Bagi yang tidak mengonsumsi kopi, tersedia minuman tradisional seperti wedang uwuh, wedang jahe, dan teh poci gula batu.

Selain minuman, Kedai Kopi Pari juga menyediakan aneka makanan berat seperti nasi ayam, pecel lele, nasi telur, bakmi, dan menu lainnya. Perpaduan suasana alam dan sajian tradisional menjadikan tempat ini destinasi ngopi yang berkesan.

Ngopi Lokal, Menyatu dengan Suasana Jogja

Kelima kedai kopi lokal tersebut menunjukkan bahwa ngopi di Jogja bukan hanya soal rasa, tetapi juga tentang suasana, cerita, dan pengalaman. 

Dari sawah Menoreh hingga kawasan Kulon Progo, setiap tempat menawarkan karakter unik yang memperkaya perjalanan kuliner di Yogyakarta.

Terkini